chit chat

09 October 2009

numb

After three months living in a constant fear, I now am living in a daze. I work, I laugh, I play, but I don't know how I feel. I was broken hearted once. I still remember how it felt. There was this aching in my heart that it hurt just to breath. But now I don't feel anything. Just this numbness that accompanies me everywhere. They say that it is good to be able to feel pain. It means you are still alive. But this painless ache is unbearable. I ache, but I can't tell where it hurts. Numb.

posted by juwi at 10:17 PM 2 comments

28 September 2009

terima kasih

Terima kasih untuk kata-kata penghiburan.
Terima kasih untuk kehadiran.
Terima kasih untuk pelukan (di saat kami betul-betul membutuhkannya).
Terima kasih untuk bantuan untuk pengadaan segala sesuatu, karena kami tidak dapat berpikir jernih.
Terima kasih untuk nasihat dan masukan.

Terima kasih.

posted by juwi at 2:33 PM 0 comments

21 August 2009

lupa-lupa ingat?

To forgive is to forget? Bisakah? Atau lebih jauh lagi: benarkah?
Bener nggak sih, kalau kita udah bisa ngelupain suatu kesalahan seseorang, artinya kita udah memaafkan orang itu? Soalnya sering ngerasa bahwa hal-hal yang gue nggak bisa inget, tapi kesannya masih terasa.

Misalnya seperti mikir: gue nggak tau ya, kenapa gue bisa menganggap si A nggak bisa dipercaya, gue nggak inget tindakan apa yang dia lakukan sampai gue punya pikiran seperti itu, tapi yang gue tau, si A nggak bisa dipercaya.

Atau seperti misal kalau ditanya kenapa gue males ngomong sama si B, gue mungkin bisa jawab bahwa si B omongannya suka kasar dan menyinggung perasaan. Tapi, kalau ditanya lebih lanjut contoh omongannya yang menyinggung perasaan, gue nggak bisa kasih satu contoh pun. Lupa. Nah, itu artinya apakah gue sudah memaafkan si A atau si B? Gue rasa nggak. Gue lupa kesalahan-kesalahannya secara spesifik, jelas. Tapi memaafkan sih rasanya nggak, karena gue masih menyimpan kesan dari kesalahannya, bukan di memori gue lagi, tapi di ... entah di mana.

Jadi gue mau mengajukan petisi terhadap petuah: to forgive is to forget.
Soalnya suatu kesalahan itu mencoreng bukan cuma sebatas memori, tapi lebih dalam dari itu.

posted by juwi at 1:50 PM 0 comments

04 June 2009

every nightmare has a morning after

At least that's what I hope.

There's got to be a morning after
If we can hold on through the night
We have a chance to find the sunshine
Let's keep on lookin' for the light

Oh, can't you see the morning after
It's waiting right outside the storm
Why don't we cross the bridge together
And find a place that's safe and warm

It's not too late, we should be giving
Only with love can we climb
It's not too late, not while we're living
Let's put our hands out in time

There's got to be a morning after
We're moving closer to the shore
I know we'll be there by tomorrow
And we'll escape the darkness
We won't be searchin' any more


(All Kasha and Joel Hirshhorn)

posted by juwi at 4:17 PM 0 comments

24 April 2009

buaya darat

Ini topik yang emang lagi heboh-hebohnya di Jakarta. Antri belanja Crocs di SenCi, selama 5 hari. Jualan di lantai 8, antrinya mulai dari lantai 5. Gue bingung gimana ngantrinya. Apa ngantri di tangga darurat, ya? Kan nggak mungkin antri di eskalator? Kecuali tangganya nggak dijalanin. Hebat, antri bela-belain selama 3 jam-an, trus beli 8 - 10 pasang sendal. Malah barusan gue denger temennya temen gue ada yang beli sampai 12 pasang! Heboh, bener.

Kerasa miris juga, di tengah-tengah kondisi yang katanya resesi global ini, banyak orang kena PHK, malah ada yang udah di-PHK tapi nolak, malah namanya masuk berita di detik, trus nama lengkap sak gaji-gajinya ditulis di berita itu (akhirnya angka gajinya dihapus sih, dari artikel tersebut, tapi setelah sehari berita itu udah beredar), tau-tau di sisi lain ada orang ngambur-ngamburin uang untuk hal-hal yang "kurang penting". Tapi lagi, penting atau nggak penting emang beda-beda untuk tiap orang. Dan uangnya juga uang mereka sendiri buat belanja (mudah-mudahan bukan uang hasil korupsi, penipuan, penggelapan, atau lain-lainnya).

Cuma bingung aja. Beli sendal 12 pasang sekaligus buat apaan, ya? Mungkin emang untuk dijual lagi, atau memang banyak temen/kerabat yang nitip beli. Tapi kok ya....
ya itu tadi: miris.

Ada lagi antri diskonan Felice. Sama juga, antri bela-belain sebelum jam buka toko. Niat ya, buat beli berlian! Mungkin maksudnya mau merasa senasib sepenanggungan sama teman-teman yang antri sembako atau blt atau beli minyak tanah, ya?

Entahlah...

posted by juwi at 5:01 PM 0 comments

11 February 2009

menunggu msb8up

Nggak tau kan apa itu MSB8UP? Nah, gue juga nggak ngerti. Yang pasti gara-gara nungguin proses MSB8UP ini, gue jadi nulis di sini.

Gue sedang banyak dapet pelajaran belakangan ini. Yang paling baru adalah mengenai jangan suka menunda-nunda niat yang mulia. Nah, definisi mulia di sini terserah masing-masing individu, itu bukan masalah penting. Pentingnya adalah penyesalan gue saat ini. Kira-kira setahunan lalu, waktu gue masih tinggal di rumah tante gue, dan TransJakarta koridor 4 belum beroperasi, gue ke kantor menggunakan bis dari perumahan gue yang ke arah Pasar Baru. Beberapa kali gue melihat seseorang yang amat familiar. Temen SD dan SMP gue (artinya kami 9 tahun bareng-bareng satu sekolah, sebagai angkatan pertama di sekolah itu, artinya lagi, jumlahnya masih sedikit, artinya lagi, mestinya saling kenal. Iya lah, 9 tahun!). Gue pengen negur (ini yang menurut gue niat mulia), tapi bingung gimana negurnya, trus mikir: ah, besok-besok (maksudnya minggu depan, karena naik bis itu seminggu sekali) juga ketemu lagi.

Suatu ketika, gue dapet kesempatan emas, karena orang ini duduk pas di sebelah gue. Nah, saat itulah sebenarnya saat yang tepat untuk negur, kan? Lalu apa yang kulakukan? Gue berpikir: ah, gue kan sejak SMP tampang nggak jauh-jauh berubah, masa' dia nggak kenal gue, sih? Jangan-jangan dia ini bukan temen SD - SMP gue? Malu ah, kalo salah.
Trus waktu denger dia bicara sama kenek, gue berpikir lagi: mmm..rasanya suaranya beda. Bukan, ah, bukan dia.

Beberapa saat setelah itu gue mulai berganti bis karena TransJakarta koridor 4 sudah beroperasi, lalu belakangan sejak nggak nginep di rumah tante gue, gue menggunakan transportasi lain lagi (KRL).

Baru bulan lalu, gue mendengar kabar sedih bahwa seorang teman SD - SMP gue baru saja meninggal karena kena suatu virus, dan teman inilah yang gue sungkan tegur di bis tahun lalu itu. Apalagi gue dapet info lagi bahwa temen gue itu sejak menikah tinggal di perumahan yang sama dengan gue.

Lalu gue berpikir, seberapa besar kemungkinan bahwa orang yang gue sangka temen SD - SMP gue itu memang adalah orang yang bersangkutan? Walaupun mungkin nggak sampai 100 persen, tapi insting gue menyatakan bahwa dia adalah orang yang sama. Gue nyeseeeeeeellll banget nggak negur dia setiap kali ketemu di bis saat itu. Apakah sekedar tanya kabar, lalu kontak-kontak, lalu mendapat kontak dengan teman-teman lain, dan mungkin malah bisa mengadakan reuni kecil-kecilan sebagai angkatan pertama di sekolah kami.
Pada saat-saat seperti inilah gue suka kesel sama diri gue sendiri. Tapi apa daya, malu bertanya nggak ada gunanya.

Rest in peace, my friend.

PS. Gue rasa kalo gue baca lagi tulisan gue dari atas, gue nggak ngerti apa yang gue racaukan. Justru itu gue nggak mau baca lagi dari atas. Langsung publish ajah!

posted by juwi at 3:50 PM 2 comments

24 December 2008

love

Many waters cannot quench love;
rivers can not wash it away.
If one were to give
all the wealth of his house for love,
it would be utterly scorned.

-- quoted from Song of Solomon


For love that great, I thank Thee.

Merry Christmas, everyone!

posted by juwi at 10:32 AM 1 comments