chit chat

24 April 2009

buaya darat

Ini topik yang emang lagi heboh-hebohnya di Jakarta. Antri belanja Crocs di SenCi, selama 5 hari. Jualan di lantai 8, antrinya mulai dari lantai 5. Gue bingung gimana ngantrinya. Apa ngantri di tangga darurat, ya? Kan nggak mungkin antri di eskalator? Kecuali tangganya nggak dijalanin. Hebat, antri bela-belain selama 3 jam-an, trus beli 8 - 10 pasang sendal. Malah barusan gue denger temennya temen gue ada yang beli sampai 12 pasang! Heboh, bener.

Kerasa miris juga, di tengah-tengah kondisi yang katanya resesi global ini, banyak orang kena PHK, malah ada yang udah di-PHK tapi nolak, malah namanya masuk berita di detik, trus nama lengkap sak gaji-gajinya ditulis di berita itu (akhirnya angka gajinya dihapus sih, dari artikel tersebut, tapi setelah sehari berita itu udah beredar), tau-tau di sisi lain ada orang ngambur-ngamburin uang untuk hal-hal yang "kurang penting". Tapi lagi, penting atau nggak penting emang beda-beda untuk tiap orang. Dan uangnya juga uang mereka sendiri buat belanja (mudah-mudahan bukan uang hasil korupsi, penipuan, penggelapan, atau lain-lainnya).

Cuma bingung aja. Beli sendal 12 pasang sekaligus buat apaan, ya? Mungkin emang untuk dijual lagi, atau memang banyak temen/kerabat yang nitip beli. Tapi kok ya....
ya itu tadi: miris.

Ada lagi antri diskonan Felice. Sama juga, antri bela-belain sebelum jam buka toko. Niat ya, buat beli berlian! Mungkin maksudnya mau merasa senasib sepenanggungan sama teman-teman yang antri sembako atau blt atau beli minyak tanah, ya?

Entahlah...

posted by juwi at 5:01 PM 0 comments